Menurut Cahyo, penguatan nilai kebangsaan sejak dini menjadi langkah penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi.
"Menjadikan nilai-nilai Bung Karno sebagai bagian dari pembelajaran merupakan langkah yang baik untuk memperkuat pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Ia menilai pendidikan harus mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan wawasan kebangsaan yang kuat.
"Ketika pendidikan moral dan wawasan kebangsaan sudah ditanamkan sejak di sekolah, tentu akan menjadi bekal yang sangat baik bagi generasi penerus. Kebijakan ini juga dapat menjadi pertimbangan bagi daerah lain," katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Surabaya berencana memasukkan buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo sebagai materi wajib di seluruh SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan pemerintah kota.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan buku tersebut akan didistribusikan ke sekolah-sekolah dan diintegrasikan dalam proses pembelajaran guna memperkuat pemahaman sejarah serta menanamkan nilai-nilai perjuangan Presiden pertama RI kepada para pelajar.
"Nanti buku akan kami masukkan menjadi kurikulum wajib yang harus diikuti oleh seluruh sekolah SD dan SMP yang berada di bawah kewenangan Pemkot Surabaya," ujar Eri.
Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap generasi muda tidak hanya memahami sejarah Bung Karno, tetapi juga meneladani semangat nasionalisme, kepemimpinan, dan nilai-nilai perjuangannya dalam kehidupan sehari-hari.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
