BREAKING NEWS
🔍 📺
ADVETORIAL EDITORIAL EDUKASI SEJARAH OPINI WORLD

Dewanti Rumpoko Serukan Reboisasi dan Gerakan Penghijauan untuk Kurangi Risiko Bencana

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko. M.Si., mengajak pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat gerakan reboisasi untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor di Malang Raya. (Foto: Dok. Tri Wahyudi)
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dra. Hj. Dewanti Rumpoko. M.Si., mengajak pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat gerakan reboisasi untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor di Malang Raya. (Foto: Dok. Tri Wahyudi)

Detik
News🌐
 | Surabaya
- Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Dewanti Rumpoko mengajak pemerintah daerah dan masyarakat di Malang Raya memperkuat gerakan reboisasi untuk mengurangi risiko banjir dan tanah longsor.

Menurut Dewanti, sebagian besar wilayah Malang Raya merupakan kawasan perbukitan sehingga membutuhkan tutupan hutan yang memadai guna menjaga kestabilan tanah saat cuaca ekstrem.

"Kerusakan hutan dipengaruhi beberapa faktor. Selain pembalakan liar, ada juga kawasan yang sudah tidak produktif sehingga perlu dilakukan penanaman kembali dengan jenis tanaman yang lebih baik," ujar Dewanti, Sabtu (4/7/2026).

Ia menyebut sejumlah wilayah yang memerlukan perhatian antara lain Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, dan Bantur.

Dewanti menilai kerusakan tutupan hutan menjadi salah satu penyebab meningkatnya bencana hidrometeorologi yang mendominasi kejadian bencana di Indonesia.

Berdasarkan data Perum Perhutani KPH Malang tahun 2025, sekitar 4.800 hektare kawasan hutan di wilayah tersebut memerlukan penghijauan akibat kerusakan yang dipicu pembalakan liar dan menurunnya produktivitas tegakan pohon.

Dewanti menegaskan reboisasi harus menjadi prioritas di kawasan rawan bencana serta melibatkan pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat agar fungsi ekologis hutan kembali pulih dan mampu melindungi warga dari ancaman bencana.

Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
Lebih baru Lebih lama