![]() |
| Anggota Komisi B DPRD Jawa Timur, Wiwin Sumrambah, menyampaikan dukungan terhadap kebijakan harga khusus BBM Solar bagi nelayan.(Foto: Dok. Three) |
Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan DPRD Jatim mendukung kebijakan pemerintah selama pelaksanaannya benar-benar berpihak kepada nelayan.
"Pokoknya kalau pemerintah konsisten, tentu kami mendukung," ujar Wiwin, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, apabila kebijakan tersebut direalisasikan, distribusi BBM harus diawasi agar benar-benar diterima oleh nelayan yang berhak dan tidak disalahgunakan.
"Harus benar-benar diperuntukkan bagi nelayan yang membutuhkan. Jangan sampai disalahgunakan. Hal ini perlu dilakukan jika pemerintah berkomitmen menyejahterakan nelayan," katanya.
Wiwin menambahkan, kebijakan harga khusus BBM diyakini dapat menjaga produktivitas hasil tangkapan ikan, menjamin ketersediaan pangan laut, serta meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional maupun pelaku usaha perikanan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan harga khusus BBM Solar bagi nelayan sebesar Rp15.000 per liter. Kebijakan itu diputuskan dalam rapat terbatas di Kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, Senin (13/7/2026).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kebijakan itu diambil setelah harga BBM non-subsidi sempat menyentuh Rp21.300 per liter. Sementara nelayan dengan kapal di bawah 30 Gross Ton (GT) tetap memperoleh Solar bersubsidi seharga Rp6.800 per liter.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban operasional nelayan sekaligus menjaga keberlangsungan sektor perikanan nasional.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
