BREAKING NEWS
🔍 📺
ADVETORIAL EDITORIAL EDUKASI SEJARAH OPINI WORLD

DPRD Jatim Minta Evaluasi Jalur Pandaan Diperkuat Usai Kecelakaan Beruntun

Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Siadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat melintas di jalur Surabaya–Malang yang dinilai rawan kecelakaan. (Foto: Dok. DPRD Jatim)
Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Siadi mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan Minta Evaluasi Jalur Pandaan Diperkuat Usai Kecelakaan Beruntun (Foto: Dok. Tri Wahyudi/DPRD Jatim)

Detik
News🌐
 | Surabaya
- Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Siadi, mengimbau masyarakat lebih waspada saat melintas di jalur Surabaya-Malang, khususnya kawasan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, yang dinilai memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.

Menurutnya, jalur tersebut memiliki kontur menurun dan menanjak, dilalui banyak kendaraan berat, serta masih terdapat kondisi jalan bergelombang dan minim penerangan.

"Jalur ini memadukan kontur jalan cepat yang menurun dan menanjak, volume kendaraan berat, serta berbagai potensi gangguan yang harus diwaspadai pengguna jalan," ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Siadi menilai kondisi permukaan jalan yang bergelombang serta minimnya penerangan jalan umum (PJU) juga perlu menjadi perhatian. Menurutnya, peningkatan fasilitas keselamatan di ruas tersebut penting untuk menekan angka kecelakaan.

Ia menambahkan, kecelakaan di jalur Surabaya-Malang kerap melibatkan kendaraan berat, terutama truk yang mengalami rem blong saat melintasi turunan panjang dari arah Malang menuju Surabaya.

"Arus kendaraan dari arah Malang menuju Surabaya didominasi turunan panjang yang berpotensi meningkatkan risiko rem blong hingga truk terguling," katanya.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul kecelakaan beruntun yang terjadi di dekat persimpangan Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 07.00 WIB.

Siadi meminta evaluasi terhadap aspek keselamatan jalan, termasuk kondisi infrastruktur dan fasilitas pendukung, segera dilakukan agar kejadian serupa dapat diminimalkan.

Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
Lebih baru Lebih lama