Peresmian museum berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar (dzurriyah) Syaikhona Muhammad Kholil, tokoh agama, jajaran Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Pemerintah Kabupaten Bangkalan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip.
Ketua PCNU sekaligus Ketua MUI Kabupaten Bangkalan, KH. Mohammad Makki Nasir, berharap museum tersebut menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal perjuangan ulama serta memperkuat nilai-nilai agama dan kebangsaan.
"Semoga Museum Syaikhona Muhammad Kholil mampu mencetak generasi yang mencengkeram nilai-nilai agama dan bangsa di tengah derasnya arus global," ujarnya.
Perwakilan Gubernur Jatim melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip menyebut museum ini menjadi ruang penting untuk mengenalkan keteladanan Syaikhona Muhammad Kholil sekaligus pusat edukasi dan destinasi wisata religi.
Senada dengan itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangkalan menegaskan bahwa museum tersebut bukan sekadar tempat penyimpanan naskah atau manuskrip bersejarah.
"Ini adalah bukti bahwa masyarakat Bangkalan mencintai Syaikhona Muhammad Kholil, menghargai, dan meneladani perjuangannya," ungkap perwakilan Disbudpar Bangkalan.
Museum ini menyimpan berbagai koleksi bersejarah terkait perjalanan dakwah Syaikhona Muhammad Kholil Abd Latif, mulai dari manuskrip, kitab, hingga benda-benda peninggalan beliau dan koleksi KH. Moh. Toha Kaffal.
Selain itu, museum juga menampilkan warisan pemikiran Syaikhona Muhammad Kholil, termasuk ungkapan "Hubbul Wathan Minal Iman" yang menjadi inspirasi semangat cinta tanah air dan nasionalisme di kalangan umat Islam Indonesia.
Peresmian museum ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat pelestarian sejarah, pendidikan keislaman, dan destinasi wisata religi.
Reporter: Adi
Redaksi: DetikNews🌐
