![]() | |
|
Khofifah mengatakan penjaringan dilakukan oleh SDM Program Keluarga Harapan (PKH) bersama Dinas Sosial (Dinsos) kabupaten/kota guna memenuhi kuota peserta didik, khususnya di 18 Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru.
"Penjaringan calon siswa Sekolah Rakyat masih berlangsung. Kami terus melakukan pendampingan dan sosialisasi kepada keluarga calon siswa agar memahami konsep pendidikan berasrama di SR," ujar Khofifah, Kamis (9/7/2026).
Menurut Khofifah, pendampingan juga mencakup pemahaman mengenai sistem pembelajaran, pola pengasuhan, pembinaan karakter, serta fasilitas yang akan diterima peserta didik di Sekolah Rakyat.
Untuk mengoptimalkan penjaringan, Kementerian Sosial RI juga menggelar Open House Sekolah Rakyat agar calon siswa dan orang tua dapat mengenal lebih dekat sistem pendidikan yang diterapkan.
"Melalui kegiatan ini, calon siswa dan orang tua dapat melihat langsung perkembangan peserta didik, baik dari sisi akademik, pembentukan karakter, maupun peningkatan rasa percaya diri," kata Khofifah.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Dra. Restu Novi Widiani, MM, mengatakan jumlah calon siswa masih terus bertambah seiring proses penjaringan yang berlangsung. Penetapan daftar peserta didik yang diterima nantinya akan dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027 di Jawa Timur ditargetkan beroperasi di 28 lokasi, terdiri atas 18 sekolah permanen dan 10 sekolah rintisan, dengan daya tampung sekitar 5.370 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Namun, jumlah tersebut masih dapat berubah hingga proses verifikasi dan penetapan selesai.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
