![]() |
| Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Jazim Blegur Prijanggono menyampaikan pandangannya terkait evaluasi kinerja BUMD di Jawa Timur. (Foto: Dok. There) |
Menurutnya, BUMD yang tidak mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) perlu dipertimbangkan untuk ditutup sesuai mekanisme yang berlaku.
"Kalau memang tidak bisa dipertahankan, ya ditutup saja, tentunya melalui mekanisme yang sudah ditetapkan," ujar politisi Partai Golkar tersebut, Senin (3/8/2026).
Langkah tersebut, tambah Blegur, merupakan bagian dari efisiensi yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim itu juga menyinggung langkah pemerintah pusat yang melakukan konsolidasi BUMN sebagai contoh evaluasi terhadap perusahaan yang dinilai tidak produktif.
"Pemerintah pusat saja bisa melakukan penataan terhadap BUMN. Tentunya Pemerintah Provinsi juga harus berani melakukan evaluasi terhadap BUMD yang tidak memberikan manfaat," ujarnya.
Selain melakukan evaluasi, Ia mendorong agar pengelolaan BUMD dilakukan oleh kalangan profesional sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah (PAD).
"Jawa Timur harus meniru pola pengelolaan yang profesional agar BUMD benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah dan mampu meningkatkan PAD," pungkasnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa program konsolidasi BUMN Danantara Indonesia telah mengurangi 250 entitas BUMN hingga akhir Juli 2026 dan ditargetkan mencapai 700 entitas pada akhir tahun sebagai bagian dari penataan perusahaan negara.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐

Social Header