Pemerintahan Hukum Daerah Nasional Internasional Ekonomi Edukasi Sejarah Peristiwa Humaniora Jurnalisme Warga

Breaking News

Gas Muncul dari Sumur Warga Sumenep, DPRD Jatim Minta ESDM Jatim Lakukan Verifikasi Teknis

Anggota DPRD Jawa Timur Harisandi Savari meminta pemeriksaan teknis untuk memastikan jenis dan tingkat risiko gas yang muncul dari sumur bor milik warga di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. (Foto: Dok. Three)
Anggota DPRD Jawa Timur Harisandi Savari meminta pemeriksaan teknis untuk memastikan jenis dan tingkat risiko gas yang muncul dari sumur bor milik warga di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. (Foto: Dok. Three)
DetikNews🌐 | SURABAYA - Munculnya gas dari sumur bor milik warga di Desa Tamidung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, mendapat perhatian anggota Komisi D DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Madura, Harisandi Savari.

Harisandi meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur segera turun ke lokasi untuk memastikan jenis, sumber, konsentrasi, serta tingkat risiko gas tersebut.

“Kami memahami Pemkab Sumenep telah bersurat kepada ESDM Jatim untuk meminta penanganan dan kajian. Namun, respons ESDM Jatim jangan berhenti pada pemeriksaan administratif atau pengambilan sampel,” kata Harisandi, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, fenomena tersebut belum dapat disimpulkan sebagai indikasi cadangan migas. Keselamatan warga harus diprioritaskan sebelum ada kepastian melalui kajian teknis.

Ia meminta verifikasi teknis dilakukan langsung di lapangan, terlebih informasi awal menyebut adanya semburan air yang disertai bau gas dari sumur tersebut.

“Harus ada verifikasi teknis untuk memastikan jenis, konsentrasi, sumber, dan tingkat risiko gas. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Harisandi juga mengingatkan warga untuk tidak menyalakan api di sekitar lokasi maupun melanjutkan pengeboran sebelum karakter gas diketahui.

“Kita belum tahu karakter dan potensi bahaya gas tersebut. Masyarakat jangan menyalakan api atau mengebor kembali sebelum ada kepastian teknis,” ujarnya.

Jika ditemukan indikasi sumber daya migas atau fenomena geologi, Harisandi mendorong ESDM Jatim berkoordinasi dengan Badan Geologi, SKK Migas, dan instansi terkait.

Ia menegaskan, dugaan adanya cadangan migas ekonomis harus dibuktikan melalui kajian dan data teknis, bukan berdasarkan kemunculan gas semata.

“Jangan sampai informasi yang keliru memicu spekulasi. Apakah ini gas dangkal atau terkait sistem migas, semuanya harus berdasarkan kajian dan data teknis,” jelasnya.

Harisandi berharap hasil pemeriksaan nantinya disampaikan secara transparan kepada Pemkab Sumenep dan masyarakat, termasuk rekomendasi mengenai tingkat keamanan lokasi.

Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
© ℂ𝕠𝕡𝕪𝕣𝕚𝕘𝕙𝕥 𝟚𝟘𝟚𝟜 - 𝔻𝕖𝕥𝕚𝕜ℕ𝕖𝕨𝕤.𝕆𝕟𝕝𝕚𝕟𝕖 - 𝔸𝕝𝕝 ℝ𝕚𝕘𝕙𝕥 ℝ𝕖𝕤𝕖𝕣𝕧𝕖𝕕 DetikNews.Online