Pemerintahan Hukum Daerah Nasional Internasional Ekonomi Edukasi Sejarah Peristiwa Humaniora Jurnalisme Warga

Breaking News

Hari Perdamaian Internasional 2026, Khofifah Dorong Perkuat Toleransi dan Jadi Peace Maker

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat toleransi, saling menghormati, dan berperan sebagai peace maker dalam momentum Hari Perdamaian Internasional 2026. (Foto: Dok. Three)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat toleransi, saling menghormati, dan berperan sebagai peace maker dalam momentum Hari Perdamaian Internasional 2026. (Foto: Dok. Three)
DetikNews🌐 | SURABAYA - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak masyarakat memperkuat perdamaian dan kerukunan melalui sikap saling menghormati, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama.

Ajakan tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan Hari Perdamaian Internasional 2026 yang diperingati setiap 21 September, dengan tema PBB “Invest in Peace: For Everyone, Everywhere, Every Day”.

Menurut Khofifah, tema tersebut menegaskan bahwa perdamaian merupakan tanggung jawab bersama yang harus dibangun mulai dari lingkungan terdekat.

“Perdamaian dan kerukunan harus dijaga melalui sikap saling menghormati, kesediaan mendengar, serta penyelesaian perbedaan melalui dialog,” kata Khofifah, Selasa (22/9/2026).

Khofifah menilai kondisi aman dan damai menjadi landasan kelancaran pendidikan, pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik, serta pembangunan kesejahteraan masyarakat.

Di Jawa Timur, kata Khofifah, keberagaman suku, agama, budaya, tradisi, dan latar belakang sosial merupakan modal sosial yang perlu terus dirawat.

“Jawa Timur adalah rumah bersama. Keberagaman harus menjadi energi untuk memperkuat persaudaraan dan gotong royong, bukan alasan untuk memecah persatuan,” katanya.

Khofifah mengatakan, menjaga kerukunan dapat dimulai dari keluarga dengan peran orang tua menanamkan empati, menghormati perbedaan, menghindari kekerasan, dan membiasakan musyawarah.

Nilai tersebut juga perlu diperkuat di sekolah, kampus, tempat kerja, tempat ibadah, lingkungan permukiman, dan berbagai komunitas masyarakat.

Selain itu,  Khofifah mengingatkan masyarakat menjaga perdamaian di ruang digital dengan menghindari informasi hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan konten yang merendahkan kelompok lain.

“Kebebasan berpendapat harus disertai etika, empati, dan tanggung jawab. Kritik tetap diperlukan dalam demokrasi, tetapi harus disampaikan konstruktif dan tidak memicu perpecahan,” ujarnya.

Pemprov Jatim terus mendorong kolaborasi lintas elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni sosial.

Pada momentum Hari Perdamaian Internasional 2026, Khofifah mengapresiasi masyarakat yang turut menjaga kerukunan dan persaudaraan serta berharap Jawa Timur tetap menjadi rumah yang aman dan harmonis.

Reporter: Tri Whyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
© ℂ𝕠𝕡𝕪𝕣𝕚𝕘𝕙𝕥 𝟚𝟘𝟚𝟜 - 𝔻𝕖𝕥𝕚𝕜ℕ𝕖𝕨𝕤.𝕆𝕟𝕝𝕚𝕟𝕖 - 𝔸𝕝𝕝 ℝ𝕚𝕘𝕙𝕥 ℝ𝕖𝕤𝕖𝕣𝕧𝕖𝕕 DetikNews.Online