Pemerintahan Hukum Daerah Nasional Internasional Ekonomi Edukasi Sejarah Peristiwa Humaniora Jurnalisme Warga

Breaking News

Khofifah Salurkan Air Bersih dan Sembako untuk 4.254 Warga Terdampak Kekeringan di Sampang

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di Desa Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jumat (18/9/2026). (Foto: Dok. Three)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di Desa Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jumat (18/9/2026). (Foto: Dok. Three)
DetikNews🌐 | SAMPANG - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih dan sembako kepada warga terdampak kekeringan di Desa Kedungdung, Sampang, Jumat (18/9/2026).

Sebanyak 951 KK atau 4.254 jiwa menerima bantuan air bersih dari dua truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Pemprov Jatim juga menyerahkan tiga tandon, dua tandon lipat, dan 100 jeriken.

Khofifah menyebut 24 kabupaten/kota menetapkan status kedaruratan kekeringan, dengan 22 daerah telah menerima bantuan air bersih dari Pemprov Jatim per 16 September 2026.

“Sebanyak 24 kabupaten/kota di Jatim sudah menerbitkan SK kedaruratan kekeringan. Pemprov hadir untuk memperkuat penanganan kebutuhan air bersih yang dilakukan daerah,” kata Khofifah.

Menurut Khofifah, dropping air menjadi langkah cepat memenuhi kebutuhan dasar warga. Pemprov Jatim juga mencari sumber air permanen melalui pengeboran, termasuk di Pulau Madura.

Namun, upaya tersebut terkendala kondisi geologi. Khofifah menyebut pengeboran hingga 200 meter di salah satu lokasi masih menemukan batuan dan menyebabkan 19 mata bor putus.

"Betapa memang di titik tertentu itu relatif kita butuh ikhtiar untuk bisa mendapatkan sumber air," jelasnya.

Selain pengeboran, pembangunan embung atau waduk menjadi opsi memperkuat ketersediaan air. Lokasinya masih membutuhkan pemetaan dan asesmen agar pemanfaatan sumber air optimal.

Di Sampang, kekeringan kategori kritis melanda 12 kecamatan, termasuk Kedungdung, Karang Penang, Tambelangan, Sokobanah, Robatal, Sampang, Torjun, Camplong, Sreseh, Banyuates, Omben, dan Jrengik.

Penanganan kekeringan membutuhkan kolaborasi pemerintah provinsi, kabupaten, dan pihak terkait. Distribusi air menjadi solusi jangka pendek, sementara pencarian sumber air permanen terus dilakukan.

Hingga 16 September 2026, Pemprov Jatim melalui BPBD mengalokasikan Rp299,8 juta untuk 527 ritase pengiriman air bersih. Bantuan juga mencakup 80 tandon dan 210 jeriken.

Dalam kunjungannya, Khofifah turut membagikan sembako dan menyapa warga, termasuk anak-anak di lokasi terdampak kekeringan.

Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐

© ℂ𝕠𝕡𝕪𝕣𝕚𝕘𝕙𝕥 𝟚𝟘𝟚𝟜 - 𝔻𝕖𝕥𝕚𝕜ℕ𝕖𝕨𝕤.𝕆𝕟𝕝𝕚𝕟𝕖 - 𝔸𝕝𝕝 ℝ𝕚𝕘𝕙𝕥 ℝ𝕖𝕤𝕖𝕣𝕧𝕖𝕕 DetikNews.Online