DetikNews🌐 | SUMENEP - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Kamis (15/10/2026).
Selain bantuan darurat, Pemprov Jatim juga mengkaji kemungkinan pembangunan sumur bor sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan.
Berdasarkan data yang disampaikan, kekeringan melanda 70 desa di Kabupaten Sumenep dengan dampak terhadap 271.017 jiwa, termasuk 595 warga Dusun Marang yang kesulitan air bersih.
Pemprov Jatim mengalokasikan bantuan Rp130 juta berupa 540 jeriken, 90 tandon air, dan 200 terpal untuk menangani kekeringan di Sumenep.
Khusus untuk warga Dusun Marang, bantuan disalurkan melalui dua truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter, tiga tandon air, dua tandon lipat, serta 150 jeriken.
Khofifah menyebut bantuan tersebut sebagai respons atas kesulitan warga memperoleh air bersih selama musim kemarau.
"Kabupaten Sumenep sebagai salah satu dari 25 kabupaten berstatus darurat kekeringan. Pemprov Jatim menyalurkan air bersih melalui dua truk tangki dan menyediakan 13 unit tandon air," ujarnya.
Khofifah menambahkan, pembangunan sumur bor sebagai salah satu solusi jangka panjang yang akan dikaji berdasarkan kebutuhan warga dan kelayakan teknis wilayah.
"Pembangunan sumur bor akan diupayakan pada awal 2027 sebelum musim kemarau, jika hasil kajian menunjukkan layak dilakukan," katanya.
Pemprov Jatim akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat daerah terkait untuk mengidentifikasi kebutuhan serta menyiapkan langkah teknis pembangunan sumur bor.
Warga Dusun Marang mengapresiasi bantuan tersebut dan berharap pembangunan sumur bor segera direalisasikan agar kebutuhan air bersih terpenuhi secara berkelanjutan.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐

Social Header