Ziarah tersebut menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur sekaligus momentum mengenang jasa R.M.T.A. Soerjo dan meneladani semangat perjuangan serta pengabdiannya.
Prosesi berlangsung khidmat, diawali penghormatan dan mengheningkan cipta, dilanjutkan peletakan karangan bunga serta tabur bunga di makam R.M.T.A. Soerjo.
Khofifah didampingi Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiati, jajaran Forkopimda Jatim dan Magetan, OPD Pemprov Jatim, serta peserta ziarah.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengatakan ziarah bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menjadi momentum meneruskan nilai perjuangan dan pengabdian para pendahulu.
“Dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Pemprov Jatim, kami melakukan ziarah ke makam para gubernur dan wakil gubernur yang telah mendahului kita,” ujar Khofifah.
Khofifah berharap semangat perjuangan dan keberanian membela kemerdekaan menjadi refleksi bersama sebagai warga bangsa.
Teladan Kepemimpinan R.M.T.A. Soerjo
R.M.T.A. Soerjo merupakan gubernur pertama Jawa Timur yang mulai menjalankan pemerintahan di Surabaya pada 12 Oktober 1945 setelah pembentukan provinsi pada awal masa kemerdekaan.
Sebelumnya, R.M.T.A. Soerjo pernah menjabat Residen Bojonegoro dan dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Jawa Timur pada masa awal kemerdekaan.
Menurut Khofifah, R.M.T.A. Soerjo memiliki kepemimpinan kuat dan keteguhan yang dapat menjadi teladan, terutama dalam mengambil keputusan untuk mempertahankan kemerdekaan.
“Terima kasih kepada R.M.T.A. Soerjo yang telah menunjukkan strong leadership. Kepemimpinan yang kuat sangat penting agar tidak mudah goyah,” kata Khofifah.
Ia mengajak seluruh pemimpin untuk merefleksikan keteladanan tersebut sesuai bidang dan tanggung jawab masing-masing.
“Mari kita lakukan refleksi untuk kita semua menjadi bagian dari kepemimpinan yang kuat di sektor dan bidang kita masing-masing,” ujarnya.
Refleksi Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan
Khofifah mengatakan, sejak memimpin Pemprov Jatim, dirinya rutin memimpin ziarah ke makam R.M.T.A. Soerjo sebagai bentuk penghormatan dan refleksi atas semangat perjuangannya.
“Sejak mendapat mandat di Pemprov Jatim, saya selalu memimpin ziarah ke makam R.M.T.A. Soerjo sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas semangat perjuangan beliau,” jelas Khofifah.
Ia menilai keberanian R.M.T.A. Soerjo dalam menghadapi situasi pada masa awal kemerdekaan merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa.
“Ketika tentara Inggris datang dan Bung Karno menyerahkan keputusan kepada R.M.T.A. Soerjo, itu bukan hal yang sederhana,” tutur Khofifah.
Menurut Khofifah, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa mempertahankan kemerdekaan membutuhkan keberanian mengambil keputusan dan semangat perjuangan.
“Mempertahankan kemerdekaan membutuhkan keberanian dan semangat juang. Ini menjadi refleksi penting bagi kita semua,” pungkas Khofifah.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐

Social Header