Menurut Khofifah, sistem penjadwalan daring yang diterapkan sekolah mampu mengatur kedatangan calon murid sesuai waktu yang telah ditentukan sehingga proses pelayanan berlangsung lebih nyaman dan efisien.
"Proses verifikasi dan validasi berjalan baik. Tahapan ini penting untuk memastikan data yang diinput secara online sesuai dengan dokumen asli sehingga seleksi dapat berlangsung adil, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Khofifah menjelaskan, verifikasi dan validasi menjadi tahapan krusial untuk memastikan kesesuaian data calon murid sebelum memasuki proses pendaftaran pada masing-masing jalur.
Ia mengimbau calon murid dan orang tua segera memastikan seluruh dokumen telah diverifikasi dengan benar. Pengambilan PIN berlangsung hingga 9 Juni 2026, sedangkan verifikasi dan validasi data berakhir pada 10 Juni 2026.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan sistem SPMB Jawa Timur dirancang terbuka dan transparan sehingga seluruh tahapan serta hasil seleksi dapat dipantau masyarakat.
Pendaftaran SPMB dilakukan bertahap, mulai Jalur Domisili pada 11–12 Juni 2026, Jalur Afirmasi, Mutasi, dan Prestasi Lomba pada 17–18 Juni, Prestasi Akademik SMA pada 24–25 Juni, serta Prestasi Akademik SMK pada 30 Juni hingga 1 Juli 2026.
"Nilai rapor memiliki bobot 60 persen dan Tes Kemampuan Akademik 40 persen. Semua proses dapat dipantau secara terbuka," katanya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada 20 siswa prasejahtera berprestasi di SMKN 1 dan SMAN 2 Ngawi. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp1 juta sebagai dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
