![]() |
| Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menjadi narasumber pada Latsar CPNS di Pusat Pembelajaran dan Strategi di Pusjar SKMPLAN RI Makassar, (26/6). (Foto: Tri Wahyudi) |
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS di Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN RI Makassar, Jumat (26/6/2026).
Di hadapan 163 peserta, Khofifah menekankan aparatur sipil negara harus menjadi penggerak perubahan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
"ASN bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan penggerak perubahan yang menentukan masa depan Indonesia," ujarnya.
Khofifah mengatakan pendidikan merupakan investasi utama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memutus rantai kemiskinan. Ia juga mengajak peserta mengedepankan semangat no one left behind agar pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Dalam paparannya, Khofifah menyampaikan Jawa Timur menjadi provinsi dengan penerimaan SNBP tertinggi selama tujuh tahun berturut-turut. Pemprov Jatim juga terus memperluas program beasiswa dan memperkuat pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kita membutuhkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, bukan sekadar ijazah," tegasnya.
Khofifah berharap para calon ASN terus meningkatkan kapasitas, inovasi, dan profesionalisme agar mampu menjadi pemimpin yang adaptif dalam menghadapi bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
Kepala Pusjar SKMP LAN RI Makassar mengapresiasi kehadiran Khofifah sebagai narasumber. Menurutnya, berbagai inovasi Pemprov Jawa Timur dapat menjadi referensi bagi calon ASN dalam membangun tata kelola pemerintahan yang profesional dan berdampak bagi masyarakat.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
