Khofifah mengatakan Pemprov Jawa Timur terus berkoordinasi dengan PT Pertamina Patra Niaga dan PT PLN (Persero) untuk memastikan distribusi energi berjalan lancar serta mengatasi antrean BBM.
"Koordinasi dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap aman serta mengidentifikasi penyebab antrean BBM agar solusi bisa segera diberikan," ujarnya.
Menurut Khofifah, stabilitas pasokan BBM sangat penting untuk menjaga kelancaran aktivitas ekonomi, distribusi logistik, dan mobilitas masyarakat.
"Stabilitas pemenuhan BBM sangat menentukan kelancaran mobilitas, konektivitas antarwilayah, dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur," katanya.
Guna memperkuat ketahanan pasokan BBM di wilayah Malang dan sekitarnya, Pertamina juga mengirim tambahan pasokan berupa 24 kiloliter Pertalite, 8 kiloliter Pertamax, dan 16 kiloliter Biosolar.
Manager Region Retail Sales Pertamina Patra Niaga Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Daniel, memastikan penambahan distribusi dilakukan guna mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Kami memastikan pasokan solar tetap lancar. Penambahan distribusi dilakukan agar kebutuhan energi masyarakat, terutama Biosolar dan Pertalite, dapat terpenuhi," jelasnya.
Berdasarkan data per 28 Juni 2026, stok BBM di SPBU Karanglo meliputi 28 kiloliter Pertalite, 14 kiloliter Pertamax, 6 kiloliter Pertamax Green, 6,7 kiloliter Pertamax Turbo, 24 kiloliter Biosolar, dan 3,9 kiloliter Pertamina Dex.
Reporter: Tri Wahyudi, S.H.,
Redaksi: DetikNews🌐
